Cara Memilih Abon Berkualitas Baik

6 bulan yang lalu    

Ikan merupakan salah satu lauk yang sangat familiar bagi masyarakat, terdapat lebih dari 27000 jenis ikan di dunia baik ikan laut atau ikan air tawar. Ikan merupakan salah satu sumber protein hewani yang banyak dikonsumsi oleh masyarakat, mudah didapat dan harganya sangat variatif. Namun ikan memiliki karakteristik cepat mengalami proses pembusukan semakin tinggi kadar protein pada ikan semakin cepat pula proses pembusukannya, Oleh sebab itu diperlukan penanganan tertentu untuk ikan yang mudah mengalami pembusukan seperti tongkol, lemuru, dll

Terdapat berbagai cara pengawetan ikan antara lain dengan penggaraman, pengeringan, pemindangan pengasapan dan pembekuan ikan. tulisan kali ini khusus membahas tentang pengeringan ikan dalam arti lain mengurangi kadar air dalam tubuh ikan sehingga kesempatan bagi bakteri untuk berkembang biak semakin kecil. Pengeringan kali ini membahas khusus tentang abon, pengeringan dengan membuat ikan segar menjadi abon yang bisa bertahan lama bahkan sampai enam bulan.

Menurut SNI 01 3707 1995 di Sebutkan definisi abon adalah suatu jenis makanan kering berbentuk khas dibuat dari daging direbus disayat-sayat dibumbui digoreng ditiriskan atau dipress. Dan definisi abon ikan tongkol adalah jenis makanan yang terbuat dari ikan tongkol diberi bumbu diolah dengan cara perebusan pengukusan dan penggorengan lalu menuliskan sehingga minyaknya kering dan menghasilkan produk berbentuk lembut enak memiliki bau yang khas dan mempunyai daya Simpan yang relatif lama. Departemen perindustrian menetapkan standar mutu abon sebagai salah satu acuan untuk membuat dan menjaga kualitas abon yang baik dan aman bagi konsumen berikut tabel Standar Industri Indonesia untuk abon.

 

Tabel 2.1 Standar Industri Indonesia untuk Abon No 0368-80,0368-85 Komponen

Nilai

Lemak (maksimum)

30%

Gula (maksimum)

30%

Protein

20%

Air (maksimum)

10%

Abu (maksimum)

9%

Aroma, warna dan rasa

Khas

Logam berbahaya (Cu, Pb, Mg, Zn dan As)

Negatif

Jumlah bakteri (maksimum)

3000/g

Bakteri bentuk koli

Negatif

Jamur

Negatif

 

 

Faktor-faktor yang mempengaruhi mutu abon antara lain.

 

  1. Kadar air termasuk juga kadar minyak.

 hal ini berpengaruh pada daya simpan dan keawetan abon. Standar Industri Indonesia untuk Ambon adalah maksimum air sebesar 10%. Jika lebih dari tersebut maka standar abon rendah. Kadar air berpengaruh terhadap daya simpan abon yang biasanya lebih cepat basi atau tengik.

 

  1. Kadar abu.

Abu adalah komponen atau benda di luar faktor-faktor yang penting seperti protein, lemak dll. Semakin rendah kadar Abu semakin baik kualitas abon dan tentunya mempengaruhi minat konsumen.

 

  1. Kadar protein.

Protein merupakan hal utama pertimbangan memilih Abon. Standar Industri Indonesia menetapkan kadar minimum protein untuk Abon sebesar 20%. Semakin tinggi kadar protein tentunya semakin baik, kadar protein dipengaruhi oleh seberapa jumlah daging ikan pada abon, jika dilakukan pencampuran seperti bawang maka akan menurunkan tingkat protein abon. Tingkat protein juga dipengaruhi oleh proses pengolahan yang tepat dan tidak terlalu masak.

 

  1. Kadar lemak.

Berhubungan dengan bahan baku utama dan bumbu-bumbu yang digunakan untuk mengolah abon. Kadar lemak sangat bergantung pada bahan-bahan yang digunakan. Standar Industri Indonesia menetapkan maksimum kandungan lemak sebesar 30%. Semakin rendah kandungan lemak tentunya semakin baik.

 

  1. Logam berbahaya harus negatif.

Kandungan logam berbahaya tentunya harus negatif, untuk mengetahui hal tersebut tentunya industri abon harus memiliki sertifikat pirt dan uji nutrition fact.

 

Kesimpulan dari tulisan ini adalah Pertama, Pilihlah ambon dengan tingkat kekeringan yang baik dilihat tidak adanya minyak pada kemasan abon, yang kedua, Lihatlah kandungan nutrisi pada kemasan abon di situ tertulis nutrition fact dari hasil uji produk tersebut, NO PIRT dan sesuaikan dengan Standar Industri nasional untuk produk abon, dan yang ketiga, perhatikan track record penjual, karena kualitas abon sangat ditentukan oleh kualitas daging ikan yang segar. Karena sebaik apapun bumbu dan cara memasak abon Jika ikan yang digunakan sudah tidak segar maka kualitas abon tidak akan sempurna.

Bagaimana dengan rasa? enak dan lezatnya abon sulit distandarkan, terlebih lidah tiap orang berbeda. Silahkan mencoba abon dengan berbagai varian rasa. setaelah itu lidah anda yang akan menguji ini enak/lezat atau tidak.



Artikel Terkait



Komentar Artikel "Cara Memilih Abon Berkualitas Baik"